Amanah Bertubi-tubi, Ustadz Ali Akbar Terpilih Aklamasi Pimpin FORKABI Tangsel

Agenda & Event 13 Sep 2026 06:14 • 5 min read • 123 views • By Gus Isqowi

Share berita ini

Amanah Bertubi-tubi, Ustadz Ali Akbar Terpilih Aklamasi Pimpin FORKABI Tangsel
Amanah Bertambah, Pengabdian Meluas

Di Antara Amanah dan Pengabdian 

Ali Akbar dan Rumah Besar Anak Betawi 

 

TANGERANG SELATAN — Ada orang-orang yang mengejar jabatan. Ada pula orang-orang yang justru dikejar oleh amanah. Bagi Ir. H. Ali Akbar, S.T., M.M., barangkali hidup sedang memperlihatkan wajahnya yang kedua. Belum lama dipercaya sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tangerang Selatan, kini satu lagi amanah besar datang menghampiri. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 12 September 2026, Ali Akbar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD FORKABI Tangsel periode 2026–2031. 

 

Dua amanah dalam waktu yang berdekatan. Namun bagi Ali Akbar, amanah bukan sekadar tentang kursi dan jabatan. Ia lebih menyerupai perjalanan panjang tentang sejauh mana seseorang mampu memberi arti bagi orang lain. Jejak pengabdiannya memang terbentang di banyak ruang: birokrasi, dakwah, masjid, organisasi dan gerakan sosial kemasyarakatan. Selain sebagai Kabag Kesra, ia dipercaya sebagai Bendahara PD DMI Kota Tangsel, Sekretaris LPTQ, Dewan Pengawas RUMAH DAI, Ketua Dewan Pengawas GPS Tangsel, Bendahara PD IPIM, Dewan Pembina IPQ, Pengurus teras -PCNU, Dewan Pembina FORMULA, Ketua Orsat ICMI Pamulang, Ketua DKM Masjid Jabal Nur, Pengurus DKM Masjid I'tishom Pemkot Tangsel, serta Ketua Gerakan DMI Magrib Mengaji Kota Tangsel. 

 

Jika semua itu hanya dibaca sebagai daftar, ia memang tampak seperti deretan panjang jabatan. Tetapi jika dibaca sebagai perjalanan, ada sesuatu yang lebih dalam: waktu yang diberikan, tenaga yang dicurahkan, dan begitu banyak wajah masyarakat yang datang membawa harapan. Barangkali karena itulah kata amanah terasa lebih tepat daripada sekadar jabatan.

 

Kini rumah besar bernama FORKABI memanggilnya. Terpilih secara aklamasi menggantikan Mulyadi Arten yang telah meninggal dunia, Ali Akbar menyambut kepercayaan itu bukan sebagai kemenangan pribadi, melainkan sebagai tanggung jawab bersama. “Ini bukan kemenangan saya pribadi. Ini adalah amanah dan kepercayaan keluarga besar FORKABI Tangerang Selatan. Setelah Musda, mari kita satukan barisan dan bekerja bersama untuk membesarkan organisasi,”ujarnya.

 

Pesan persatuan itu juga menjadi perhatian DPP FORKABI. Wakil Ketua Umum DPP FORKABI Purna Kustaman (Pupung) berharap tidak ada lagi perbedaan setelah Musda. Seluruh elemen harus kembali bergandengan tangan. Sementara Wasekjen DPP FORKABI Nurdin mendorong kepengurusan baru segera melakukan konsolidasi dan menghadirkan program nyata di bidang sosial, budaya Betawi, kepemudaan dan pemberdayaan ekonomi.

 

Bagi Ali Akbar, FORKABI tidak boleh berhenti sebagai organisasi yang kuat di dalam, tetapi harus hadir dan terasa manfaatnya di tengah masyarakat. Ia ingin potensi masyarakat Betawi di Tangerang Selatan — baik dalam pendidikan, agama, budaya maupun ekonomi—dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah. “FORKABI jangan cuma bisa gerayak-geroyok. Kalau memang punya potensi, nanti kita kembangkan dengan OPD-OPD yang ada di Tangsel,” katanya. 

 

Ia juga membawa kegelisahan yang sederhana namun penting: jangan sampai masyarakat Betawi menjadi penonton di tanahnya sendiri. “Orang Betawi jangan cuma jago di wilayah sendiri, tapi juga bisa membaguskan nama Kota Tangsel yang sudah hebat, cerdas, modern dan religius,”* ujarnya. Menurutnya, pelestarian identitas Betawi harus berjalan seiring dengan pembangunan kota. “Jangan sampai orang Betawi Tangsel itu tereliminir. Minimal kita bisa bersama-sama membangun kota bersama dengan suku adat yang ada di sini.”

 

Tangerang Selatan terus tumbuh menjadi kota modern dengan masyarakat yang semakin beragam. Di tengah perubahan itu, menjaga identitas tidak berarti menutup diri. Justru akar budaya harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Betawi tetap berakar, tetapi tidak terjebak di masa lalu; tradisi tetap dijaga, tetapi tidak menolak perubahan; dan identitas tetap dirawat sambil membuka tangan untuk berjalan bersama semua elemen masyarakat.

 

Dalam waktu dekat, Ali Akbar akan menyusun rapat kerja dan program lima tahun ke depan. Pelantikan pengurus masih menunggu selesainya rangkaian Musda FORKABI di sejumlah wilayah Jabodetabek. Setelah itu, perjalanan yang sesungguhnya dimulai.

 

Sebab mungkin Ali Akbar tidak sedang sekadar mengumpulkan jabatan. Ia sedang mengumpulkan ruang-ruang pengabdian. Dari birokrasi ia bersentuhan dengan pelayanan masyarakat, dari masjid ia dekat dengan umat, dari dakwah ia belajar menyentuh hati, dan dari organisasi ia belajar merawat kebersamaan. Kini melalui FORKABI, ruang itu menjadi lebih luas: memperjuangkan agar anak-anak Betawi tidak hanya menjaga identitasnya, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peran dalam membangun kota.

 

Pada akhirnya, jabatan akan berganti, kursi akan berganti, dan zaman pun akan berganti. Yang tinggal adalah apa yang pernah dilakukan seseorang dengan amanah yang dipercayakan kepadanya. Dan mungkin di situlah keindahan sebuah pengabdian: bukan tentang seberapa banyak amanah yang berhasil disandang, tetapi seberapa banyak kebaikan yang berhasil ditinggalkan.

 

Kini sebuah perjalanan baru dimulai. Bukan sekadar menuju sebuah kursi kepemimpinan, tetapi membawa FORKABI menjadi rumah besar anak Betawi—rumah yang kokoh dalam persatuan, hangat dalam persaudaraan, dan terbuka untuk bersama-sama membangun Tangerang Selatan.

 

Penulis

Gus Isqowi Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai, dan Penggagas Gerakan Pulang melalui Majlis Pulang. Mengembangkan Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual untuk mengajak manusia kembali kepada Allah.

Tangerang Hari Ini