Duka Dibalas Syiar: Sang Bibi Meninggal Dunia, UAS Tetap Hadir Sapu Air Mata Demi Santri Al-Qur'aniyyah!
Duka Dibalas Syiar: Sang Bibi Meninggal Dunia, UAS Tetap Hadir Sapu Air Mata Demi Santri Al-Qur'aniyyah!
PONDOK AREN — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti gelaran Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah, Pondok Aren, pada Minggu (9/8/2026). Di tengah ribuan jamaah yang memadati majelis, sebuah ujian keteguhan hati tengah merundung penceramah utama, Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS). Sebelum melangkahkan kaki ke atas mimbar, kabar duka menyapa nurani bahwa sang bibi tercinta telah dipanggil menghadap Sang Khaliq. Namun, di atas beban kesedihan dan lelah yang bergelayut, komitmen dakwah UAS tak sedikit pun surut. Demi mengobati dahaga spiritual para ulama, santri, dan jamaah yang telah menantinya, beliau memilih untuk tetap hadir dan berdiri tegap menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
Acara malam itu benar-benar bertabur tokoh penting Tangerang Selatan serta para habaib yang berbaur penuh keakraban di panggung kehormatan. Di antaranya hadir Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie, Direktur Hubungan Luar Negeri Internasional Dr. Osama Muhammad Ghariba, perwakilan Kedutaan Besar Sudan Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, Kasubtim Akademik Direktorat Pesantren Kemenag Dr. H. Biltiser Bachtiar Manti, Lc., M.A., serta KH. Mahfudz Asirun yang memimpin doa penutup.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah, Dr. KH. Muhammad Sobron Zayyan, SQ., MA, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas perjalanan panjang lembaga yang dipimpinnya. Beliau menegaskan bahwa Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah merupakan pelopor dan cikal bakal pesantren Al - Qur'an pertama di Tangerang Selatan. Kiprah dan kualitas pendidikannya pun telah terbukti nyata melalui berbagai torehan prestasi, di mana para santrinya berhasil meraih berbagai kejuaraan dari tingkat nasional hingga jenjang internasional di kawasan ASEAN.

Dalam ceramah intinya, UAS mengingatkan para orang tua agar tidak sembarangan menitipkan pendidikan agama anak-anak mereka dan menekankan setidaknya lima kriteria penting dalam memilih pondok pesantren, yaitu pesantren harus berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), fiqihnya jelas bermadzhab, memiliki tradisi pengajian kitab kuning, terdaftar dan diakui oleh negara, serta gurunya memiliki sanad keilmuan yang jelas. Di sela-sela penjelasannya mengenai pentingnya sanad guru, UAS menyisipkan humor khasnya yang disambut tawa dan gerr riuh jamaah ketika beliau menyinggung fenomena media sosial saat ini, di mana ada "guru" yang ternyata bukan manusia (AI/teknologi digital) namun justru disambut dan diikuti oleh banyak orang.
Di balik gemerlap majelis malam itu, ada cerita hangat yang terselip usai santap malam di ruangan rombongan UAS. Kabag Kesra Pemkot Tangsel, Ir. H. Ali Akbar, M.Si, MM, hadir mendampingi Wali Kota Tangsel ditemani seorang sahabat karibnya yang berangkat bersama dalam satu mobil. Tak disangka, begitu selesai santap malam dan mau melangkah keluar ruang makan, sahabat Ust. Ali Akbar ini mendadak berpapasan dengan KH. Syarif Muawwan, Pengasuh Pesantren Al-Ikhwaniyah Pondok Aren. Sesaat mata mereka bertatapan, kenangan masa-masa nyantri di Pesantren Krapyak seolah berputar kembali. Tanpa basa-basi, dua sahabat lama ini langsung berpelukan erat — sebuah momen melepas rindu yang begitu emosional dan menggetarkan hati. Suasana makin cair dan penuh canda tawa saat sahabatnya itu memperkenalkan Ust. Ali Akbar ke KH. Syarif Muawwan, "Nah, kalau yang ini sahabat saya juga, Ust. Ali Akbar, Kabag Kesra Pemkot Tangsel!"
Malam puncak di Pondok Pesantren Al-Qur'aniyyah ini bukan hanya sekadar syiar ilmu, melainkan panggung silaturahmi yang merajut kembali tali persahabatan serta memperlihatkan indahnya keteguhan pengabdian seorang da'i di tengah ujian duka.
Penulis
Gus Isqowi adalah Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai, dan Penggagas Gerakan Pulang melalui Majlis Pulang. Mengembangkan Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual untuk mengajak manusia kembali kepada Allah.
Related Articles